MENGHARGAI WAKTU DALAM ISLAM


Image

Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia terlena darinya; yaitu kesehatan dan waktu luang (HR. Al-Bukhari). Dari hadits tersebut kita bisa memperdebatkan soal bagaimana kita menghargai waktu dalam islam. Karena sesungguhnya kita selalu diberikan waktu luang oleh Allah SWT supaya kita beramal sholeh di dalam waktu tersebut dan agar kita sebagai umat muslim tidak menyiakannya. Nikmat Allah yang satu ini memang sering diremehkan oleh manusia, bahkan termasuk umat muslim sendiri. Apa sebetulnya hal yang menyebabkan manusia lalai dari menggunakan waktu mereka sebaik-baiknya?

Islam sangat menyadari bahwa jiwa manusia tidak bisa dipaksakan untuk menggunakan waktu yang dimilikinya untuk hal-hal yang serius dan berat, tetapi islam juga tidak menyerahkan dan membebaskan sepenuhnya kepada mereka untuk menghabiskan waktu luangnya sesuai dengan selera hawa nafsu semata. Bahkan di dalam Al-Qur’anul Karim, dalam surat Al-Ashr (Waktu)

“WAKTU”

بِِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang.

وَالْعَصْرِ

1. Demi waktu,

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

2. Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi.

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

3. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

Apa makna dibalik surat tersebut? Allah SWT berfirman dan bersumpah menggunakan waktu, yaitu pertanda dimulainya segala aktivitas makhluk Allah. Sesungguhnya manusia, makhluk Allah yang diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna itu sedang dalam keadaan merugi, merugi dalam hal menggunakan waktu. Manusia memiliki sifat bingung, ia berayun dari satu situasi ke situasi lainnya, dari satu ketidakpuasan ke ketidakpuasan lainnya, dari satu ilusi ke ilusi lainnya. Manusia hidup dengan menghamburkan waktu mereka yang seharusnya digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT, dalam Q.S Adz-dzariyat ayat 56 dijelaskan bahwa:

وَ ما خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الْإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ (56)

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah- Ku.(56)

Jadi, tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya kita diciptakan oleh Allah untuk menyembah-Nya dengan sarana waktu luang yang telah dilimpahkan kepada kita. Namun tidak dipungkiri bahwa manusia juga memiliki hawa nafsu yang menyebabkan lalai dari menyembah Allah. Contohnya saja ketika diserukan “Hayya Ala Sholah” ketika adzan dikumandangkan, masih banyak umat muslim yang menggampangkan sholat, menunda waktu sholatnya hingga waktunya berakhir.

Tetapi, alhamdulillah masih ada orang-orang yang tidak merugi, berbondong-bondong dalam hal kebaikan, dan menghindari hal kejahatan. Inilah yang disebut dengan amar ma’ruf nahi mungkar.

Semoga Allah selalu melindungi kita dari menyia-nyiakan waktu, amin ya rabbal alamin

sumber: http://ilhammustafa.blogspot.com/2010/01/menghargai-waktu.html

Picture: google

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s