Mencintai Karena Kelebihan, Menyayangi Karena Kekurangan


Oleh : Ashoff Murtadha

Cintai seseorang karena kelebihannya, dan sayangi ia karena kekurangannya…

Engkau mencintai seseorang, tentu karena kelebihannya membuatmu kagum… Engkau tidak mungkin mencintainya tanpa sesuatu yang membuat hatimu tergerak.. Sekalipun cinta tidak selalu logis (sehingga tidak membutuhkan logika), namun tentu ada sebab yang membuatmu mencintai.. Dan apa pun bentuknya, sesuatu itu adalah kelebihan yang terdapat pada orang yang kaucintai, dalam pandanganmu…

Dan engkau menyayangi seseorang, karena ia dalam posisi lemah di matamu.. Sebab itulah engkau menyayanginya… Menyayangi bukan karena kelebihan, tetapi karena kekurangan; bukan karena kekuatan, melainkan karena kelemahan…

Jika cinta bisa terjadi pada orang yang berada pada posisi lebih tinggi, sederajat, atau di bawah… maka sayang hanya terjadi pada orang yang sedang dalam posisi kuat, kepada yang lebih lemah…

Kepada Tuhan dan Nabi, manusia hanya bisa mencintai, tidak mungkin menyayangi… Karena Tuhan dan Nabi berposisi sangat kuat di atas manusia biasa… Keduanya adalah keunggulan, bukan kelemahan dan kekurangan… Sehingga, tidak tepat kita mengucapkan, “Aku sayang Allah, aku sayang Rasulullah.” Yang lebih tepat adalah, “Aku cinta Allah, aku cinta Rasulullah…”

Allah mencintai (hubb) orang-orang tertentu dari hamba-hamba-Nya, karena mereka telah membuat-Nya kagum: DIA memuji mereka karena kelebihannya. Karena itulah kecintaan-Nya dianugerahkan kepada mereka…

Namun, DIA tetap menyayangi (rahmah) para hamba-Nya, karena mereka adalah makhluk lemah… Dan kasih sayang-Nya tetap disebarkan kepada siapa pun…

Perbedaan antara cinta dan kasih sayang, adalah: jika kasih sayang bisa diberikan kepada siapa pun, namun tidak demikian dengan cinta… Cinta hanya diberikan kepada orang yang memiliki keutamaan (kelebihan) di mata pecintanya…

Maka, jika seseorang membuatmu kagum, cintailah… Dan jika ia membuatmu terenyuh, sayangilah… Terlebih kepada orang-orang terdekat dalam kehidupanmu…

Jika cintamu menghilang dari seseorang yang tidak lagi membuatmu kagum karena kelebihannya, maka engkau tetap bisa berbuat baik kepadanya dengan menyayangi…

Jika engkau tidak bisa mencintai seseorang karena tidak kautemukan kelebihannya di matamu, maka sayangilah ia karena ia lemah dalam pandanganmu…

Namun sejujurnya, adakah orang yang tidak memiliki kelebihan… dan juga kekurangan…? Tentu, setiap orang memiliki keduanya sekaligus… Dan karena ia memiliki keduanya, berarti siapa pun layak dicintai dan disayangi: dicintai karena kelebihannya, disayangi karena kekurangannya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s