Puisi sahabatku “Inong”


Memasuki bulan Agustus aku teringat sahabatku yang satu ini, alhmarhumah, Sahabat ku yang satu ini multitalenta, pinter masak, pinter mendesign dan pinter bikin puisi dan yang pasti istri dan ibu yang hebat untuk suami & ke-2 anaknya …… Allah lebih cepat memanggilnya karena Allah sayang banget sama dia …… Semoga Allah memberikan tempat terbaik untuk mu sahabat ……

Salah satu puisi dia yang sungguh indah …..

aku adalah jarum waktumu
yang menari-nari lincah
berputar tidak kenal lelah
yang bergelayut mesra di lingkar tanganmu
yang menemani detik-detik menuju bahagia,
dan malu-malu saat sudut matamu melirik ke arahku

aku adalah jarum waktumu
yang kau bawa ke dalam alam rindu
ikut menari seperti seorang penari
terhanyut dalam irama kehidupan yang bersemu merah-ungu
habiskan waktu sambil terus menunggu

kutahu……
ada sosok manja di benakmu saat ini
yang sanggup membuat degup keras di dadamu
setiap kali bayangnya melintas di pelupuk mata
adakah rindu begitu riuh berteriak-teriak di hatimu
ataukah rasa yang teramat dalam
tergurat indah di setiap katamu
hingga tak sabar kau hitung sisa hari

satu…
dua…
tiga bulan pasti kan datang,
bisik manjanya pasti kau jelang……

Dan ini beberapa puisi terakhir alhmarhumah sebelum ajal merenggutnya:

Monday, August 28, 2006

Tuhan, Kau masih ingat janjiku malam itu?
Aku sudah menepatinya bukan?
Lalu..
Mengapa kabut semakin tebal menggigitku
dan tiada setitik pun berkas sinar di kejauhan

Aku semakin kedinginan, Tuhan
Jangan biarkan ku membeku

biar kuakui pada dunia
bahwa rasa itu sudah tak ada

mati bersama angin
hembus keringkan airmata
hilang bersama angan
melayang pada awan

biar kuakui pada dunia
perlahan aku mati bersama cinta

Friday, August 18, 2006

aku masih tak pasti

inikah akhir kesabaranku
menghadapimu
dan aku terduduk kelu..

semua masih abu-abu
bahkan aku tak mampu
untuk putarkan waktu
kembali ke lembar biru

aku kuyu

 Thursday, August 17, 2006

kalau kau tampung tiap tetes airmata

yang jatuh setiap saat dari pipiku
kau bisa tenggelamkanku
membiarkan ku lenyap
dari setiap detik hidupmu

 Wednesday, August 09, 2006

aku dengar

mereka menyanyikan lagu bahagia untukmu
aku mendengar itu
walau lamat-lamat
tapi hatiku sangat tersayat

seharusnya
kalau kau bahagia
aku bisa merasa

tapi yang ada
saat kau bahagia
aku sibuk menghapus air mata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s