Sebelum Memohon Ampunan kepada Allah Swt, Temuilah Dulu Rasul-Nya


Oleh: Ashoff Murtadha

Allah Swt. telah mengajarkan salah satu cara dan adab bertaubat (memohon ampunan-Nya) kepada umat beriman, dalam salah satu ayat-Nya dalam Al-Quran Al-Karim….

“Sekiranya mereka saat menzalimi diri sendiri (berbuat dosa) itu datang kepadamu (hai Muhammad), kemudian mereka memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohon ampunan untuk mereka, niscaya mereka menemukan Allah Zat yang menerima taubat dan menyayangi…” (QS al-Nisa, 4:64)

Ayat ini mengajarkan etika atau adab memohon ampunan kepada Allah… Jadi, di antara cara bertaubat (memohon ampunan kepada Allah) adalah: datang terlebih dahulu kepada Rasul-Nya, dan meminta beliau untuk beristighfar bagi kita, lalu kita pun beristighfar kepada-Nya…

Alangkah bahagianya jika seorang pendosa bisa menemui Rasulullah Saw., lalu memohon beliau untuk memohonkan ampunan kepada Allah Swt. untuk dirinya, kemudian ia beristighfar kepada-Nya… Sebab, dengan menemui beliau sebelum memohon ampunan kepada Tuhan, berarti ia memiliki kesempatan untuk meminta Sang Rasul memohonkan ampunan untuk dirinya… Dan doa Sang Nabi selalu dikabulkan Tuhan Penguasa kerajaan langit dan bumi…. Pemilik arasy yang agung…

Lalu, apakah ayat ini hanya berlaku saat Nabi Saw. masih hidup…? Artinya, apakah ayat ini hanya bisa menjadi “fasilitas” bagi orang-orang yang pernah hidup semasa beliau, sementara umat beriman sepeninggal beliau (termasuk kita) tidak bisa mendapatkan kesempatan yang sangat berharga ini…?

Sungguh, Allah Swt. telah memerintahkan umat beriman untuk bershalawat dan “bersalam” kepada Nabi-Nya… Dengan bersalam (mengucapkan salam) berarti seorang Mukmin sedang membangun komunikasi dengan beliau… Saat itulah ia menemui dan mengunjungi Nabi Saw….

Maka… ucapkanlah salam kepada Sang Nabi… Kita berziarah kepada beliau. Dan ada banyak redaksi berziarah kepada beliau, misalnya:

“Assalamu alayka ya Rasulallah…

Assalamu alayka ya Nabiyyallah…

Assalamu alayka ya Habiballah…

Assalamu alayka ya wajiiihan indallah….dst..

Lalu, setelah berziarah kepada Nabi Saw, selanjutnya kita mengamalkan ayat QS al-Nisa, 4:64 di atas, karena ayat itu berlaku umum, untuk semua umat beliau, umat beriman. Yakni, memohon beliau untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk kita… Sebagaimana putera-putera Ya`qub yang meminta ayah mereka (Nabi Ya`qub as) agar memohonkan ampunan kepada Allah untuk mereka… kita pun memohon kepada Rasul-Nya Saw. untuk memohonkan ampunan kepada-Nya untuk kita….

Istaghfir lanallaah…! Istaghfir lanallaah…! Istaghfir lanallaah…!

Sesudah itu, barulah kita beristighfar kepada-Nya, sebanyak-banyaknya…

Astaghfirullah rabbii …. wa atuubu ilayhi….

Semoga DIA mengampuni dosa-dosa orang yang telah menghadap-Nya mendambakan ampunan dan kasih sayang… Dan kita insya Allah termasuk para pendamba ampunan-Nya… Amien..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s